APLIKASI KENDALI JAUH INFRA MERAH SEBAGAI PENGGERAK GORDEN


Langkah Penelitian
Pada dasarnya alat ini merupakan suatu rangkaian yang terdiri atas beberapa bagian, yaitu terdiri dari bagian pemancar atau bagian kendali jauh, dan bagian penerima yaitu bagian penerima infra merah, penampil data, dan penggerak motor dc. Semua rangkaian itu akan membentuk suatu sistem komunikasi antar dua mikrokontroler secara serial asinkron. Untuk memudahkan penelitian yaitu dengan cara membagi rangkaian-rangkaian menjadi beberapa bagian seperti, rangkaian sensor, saklar input, pemancar dan penerima infra merah, penampil data, dan penggerak atau pengatur arah putaran motor dc.


Perakitan Modul Pemancar Infra merah Dengan Mikrokontroler

Modul pemancar infra merah ini terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Bagian saklar atau switch Omron yang berjumlah 4 buah.
2. Mikrokontroler AT89S52 sebagai pengirim data serial 8 bit.
3. Modul IRM 8510 (TX) keluaran delta electronic.

Saklar atau Switch Omron

Saklar yang dipasang pada input mikrokontroler AT89S52 berfungsi sebagai pemicu mikrokontroler dalam mengeluarkan data 8 bit melalui pin TXD (pengiriman secara serial). Masing-masing saklar apabila ditekan maka akan memaksa mikrokontroler mengeluarkan data 8 bit yang berbeda-beda agar dapat dikenali datanya oleh bagian mikrokontroler penerima infra merah.

Mikrokontroler Pemancar
Mikrokontroler pada bagian pemancar berfungsi sebagai pembaca masukan dari saklar yang terhubung pada port 3.2 sampai port 3.5, yaitu dengan cara melihat port mana yang berlogika low, setelah itu mikrokontroler juga akan mengirimkan data 8 bit ke bagian pemancar infra merah dengan sistem komunikasi serial asinkron. Berikut ini adalah tabel 3.1 yang menjelaskan data 8 bit yang akan dikeluarkan mikrokontroler ketika saklar-saklar input ditekan.
Tabel 3.1. Nilai data 8 bit apabila masing-masing saklar ditekan
No Saklar
yang ditekan Data 8 bit yang keluar melalui pin TXD HEXA
DEC
D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0
1 Port3.2 0 0 0 0 0 0 0 1 01
2 Port3.3 0 0 0 0 0 0 1 0 02
3 Port3.4 0 0 0 0 0 0 1 1 03
4 Port3.5 0 0 0 0 0 1 0 0 04

Modul IRM 8510 (TX)
Modul infra merah IRM 8510 yang telah dihubungkan ke mikrokontroler AT89S52 dapat diaplikasikan untuk mengirimkan data 8 bit secara serial ke mikrokontroler bagian penerima. Pada gambar 3.3 terlihat rangkaian modul IRM 8510 (TX) yang mendapatkan masukan dari pin TXD mikrokontroler, pada saat saklar ditekan.

Setelah mengkoneksikan antara saklar input, mikrokontroler, dan modul IRM 8510 (TX), maka gambar rangkaian keseluruhan kendali jauh infra merah menggunakan mikrokontroler adalah sebagai berikut :

Langkah Pengujian Pancaran Infra Merah
Setelah rangkaian pemancar selesai dirakit, maka dilakukan pengujian pancaran infra merah ke bagian penerima. Berikut ini adalah langkah-langkah pengujian pancaran infra merah :
1. Memasang meteran untuk mengukur jarak maksimal pancaran.
2. Mengubah-ubah sudut pancaran terhadap bagian penerima dengan menggunakan busur.
3. Mencatat hasil deteksi setiap perubahan jarak dan sudut masing-masing.

Perakitan Modul Penerima Infra Merah Dengan Mikrokontroler

Modul penerima infra merah dengan mikrokontroler ini terdiri dari 4 bagian, yaitu :
1. Modul IRM 8510 (RX).
2. Mikrokontroler AT89S52 penerima.
3. Saklar dan relai pengaman atau pemutus logika port.
4. Relai pengatur arah gerakan motor dc agar dapat CW dan CCW.
5. Led penampil data yang diterima mikrokontroler.

Modul IRM 8510 Bagian Penerima

Modul infra merah IRM 8510 (RX) ini memiliki 3 pin yaitu untuk VCC, data keluaran, dan ground. Dimana data keluaran IRM 8510 ini langsung dihubungkan ke pin RXD mikrokontroler untuk dibaca datanya dalam pemrosesan.

Mikrokontroler AT89S52 Penerima
Mikrokontroler AT89S52 pada bagian penerima berfungsi untuk menerima data masukan dari IRM 8510 (RX), kemudian membandingkan data masukannya, serta menampilkan data pada led dan menggerakkan motor dc.

Saklar Dan Relai Pengaman
Saklar dan relai pengaman atau pemutus hubungan port ini berfungsi untuk membatasi gerakan gorden, jadi ketika gorden ini bergerak sampai menyentuh saklar ini, maka akan memutuskan hubungan port ke penggerak motor sehingga motor tidak akan bergerak. Pada gambar 3.7 rangkaian pemutus hubungan port ini berjumlah dua buah yang mendeteksi pada saat gorden menutup maksimal dan mendeteksi saat gorden membuka maksimal. Pada saat saklar ini disentuh maka logika port akan dialihkan oleh relai ke beban led sehingga led akan menyala, ketika saklar ini belum disentuh bagian gorden maka led tidak akan menyala dan tetap mengalirkan arus ke bagian relai sebagai pengatur arah putaran motor dc.

Relai Pengatur Arah Gerakan Motor DC
Relai pengatur arah putaran motor dc ke arah CW (Clock Wise) searah jarum jam dan ke arah CCW (Counter Clock Wise) berlawanan arah jarum jam. Pengatur arah putaran motor ini tergantung pada input logika. Transistor D313 sebagai saklar digunakan untuk memutus dan menghubungkan relai. Ketika kedua buah input berlogika ’0’ maka kedua buah relai tidak akan menyala karena transistor akan terbuka atau tidak ada arus yang mengalir antara kolektor dan emitor. Sehingga kedua keluaran motor akan terhubung pada ground. Ketika input logika berlogika ’1’ dan berlogika ’0’, maka salah satu relai akan menyala karena transistor D313 akan tertutup dan menyebabkan input relai akan terhubung ke +12 Vdc, sehingga motor akan bergerak begitu pula sebaliknya.


Led Penampil Data

Led penampil data yang diterima mikrokontroler dari IRM 8510 (RX) akan dihubungkan pada port 0 mikrokontroler. Led ini berjumlah 8 buah, yang nantinya akan mengeluarkan data 8 bit. Jika led ini menyala berarti datanya adalah ’0’ dan jika led ini mati atau padam maka data ya adalah ’1’, karena led ini menggunakan hubungan Common Anoda (CA) atau VCC terhubung semua.

Pada gambar 3.10 terlihat rangkaian keseluruhan dari penerima infra merah yang berfungsi membaca data infra merah yang diterima melalui modul IRM 8510 (RX), mikrokontroler AT89S52 berfungsi untuk menampilkan data yang diterima oleh pin RXD kemudian membaca data dan menampilkannya pada led. Setelah itu mengatur arah putaran motor dc sesuai perintah yang dikirim oleh remote.

3.2.3 Perancangan Perangkat Lunak Mikrokontroler AT89S52
a. Inisialisasi komunikasi serial asinkron
Inisialisasi diperlukan untuk menetapkan satuan kecepatan transfer data atau baudrate, dan jenis pengiriman data antar mikrokontroler. Pada penggerak gorden ini baudrate yang digunakan adalah 600 bit per sekon (bps). Mode pengiriman adalah mode serial 8 bit asinkron, yaitu dengan menggunakan 1 start bit dan kemudian 8 bit data yang dikirimkan setelah itu diakhiri dengan satu stop bit. Berikut ini adalah listing programnya :
MAIN:
MOV TMOD,#20H ; timer 1 mode 2 (8-bit, isi-ulang otomatis)
MOV TH1,#0D0H ; 600 baud rate
MOV SCON,#52H ; Mode serial 8-bit UART
mov tcon,#40H
clr Ri
clr Ti

b. Mikrokontroler sebagai sarana masukan saklar
Perancangan program mikrokontroler sebagai sarana input dari saklar yaitu mikrokontroler terus-menerus mengecek keadaan port yang terhubung dengan saklar. Mikrokontroler mendeteksi logika mana yang berlogika ’0’ pada pin yang terhubung pada 4 buah saklar yaitu P3.2 – P3.5. Setelah mengetahui port mana yang ditekan maka mikrokontroler akan mengeluarkan data melalui pin TXD ke bagian pemancar IRM 8510. Listing programnya adalah sebagai berikut :
KIRIM:
cek1: jb p3.7,cek2
clr TI
CLR A ; kosongkan akumulator
MOV A,#11111110B
MOV SBUF,A ; kirimkan
JNB TI,$ ; tunggu hingga selesai kirim
CLR TI ; nol-kan TI
jmp kirim
cek2: jb p3.3,cek3
clr TI
CLR A ; kosongkan akumulator
MOV A,#11111101B
MOV SBUF,A ; kirimkan
JNB TI,$ ; tunggu hingga selesai kirim
CLR TI ; nol-kan TI
jmp kirim
cek3: jb p3.4,cek4
clr TI
CLR A ; kosongkan akumulator
MOV A,#11111011B
MOV SBUF,A ; kirimkan
JNB TI,$ ; tunggu hingga selesai kirim
CLR TI ; nol-kan TI
jmp kirim
cek4: jb p3.5,kirim
clr TI
CLR A ; kosongkan akumulator
MOV A,#11110111B
MOV SBUF,A ; kirimkan
JNB TI,$ ; tunggu hingga selesai kirim
CLR TI ; nol-kan TI
jmp kirim

c. Interupsi serial mikrokontroler dan pembaca data masukan
Interupsi serial mikrokontroler digunkan untuk menghentikan program yang sedang berjalan seketika ketika ada data yang masuk, setelah program interupsi dijalankan kemudian kembali lagi ke program sumber awal. Mikrokontroler membaca data yang masuk ketika terjadi interupsi, kemudian menyimpan data 8 bit ke dalam akumulator. Setelah data tersimpan, mikrokontroler membandingkan data – data yang ada di akumulator dengan data 8 bit biner yang diisi pada program. Berikut listing program interupsi serial dan pembacaan data masukan :
SERINT:
JB RI,RCV_ch ; apakah RI=1 (data diterima)?
; YA! ada karakter di SBUF lompat ke RCV_ch
CLR TI ; TIDAK! hapus TI
RETI ; abaikan interupsi pengiriman
RCV_ch:PUSH PSW ; simpan register-register penting (ACC dan PSW)
PUSH ACC
MOVA,SBUF ; baca karakter yang diterima
mov P0,A
CLR RI ; kosongkan RI (agar bisa terima data lagi)
mov P0,A
CJNE A,#11111110B,LED1 ; apakah diterima karakter 11111110?
setb p2.0
clr p2.1
acall delay
mov p2,#00h
mov p0,#11111110B
SJMP EXIT
LED1:
CJNE A,#11111101B,LED2 ; Apakah diterima karakter ‘11111101’?
setb p2.1
clr p2.0
acall delay
mov p2,#00h
mov p0,#11111101B
SJMP EXIT
LED2:
CJNE A,#11111011B,LED3 ; Apakah diterima karakter ‘11111011’?
call delay ; YA! matikan semua LED
SJMP EXIT
LED3:
CJNE A,#11110111B,exit ; Apakah diterima karakter ‘11110111’? call delay
sjmp exit

Listing Program
http://www.4shared.com/document/4p_Q6teZ/PROGRAM_MIKROKONTROLER.html